Minggu, 24 Mei 2015

Pemrograman Java

Pemrograman Java


Dalam sebagian besar bahasa pemrograman, sebuah kode program harus dikompilasi(compile) dengan compiler secara keseluruhan dan diterjemahkan (interpret) dengan interpreter dengan cara baris demi baris sehingga dapat dijalankan di sebuah komputer. Java menerapkan dua proses tersebut. Ini berarti bahwa Java berperan sebagai compiler dan juga interpreter. Kode program yang ditulis dengan file (berektensi .Java) akan dikompilasi oleh compiler menjadi suatu kode objek.

Dalam terminologi Java, kode objek ini disebut dengan istilah bytecode. Jadi dalam Java, hasil akhir akan berupa bytecode (berekstensi .class) Selanjutnya bytecode akan dieksekusi baris demi baris oleh interpreter. Dengan demikian, proses kompilasi hanya dilakukan sekali, akan tetapi proses interpret dilakukan setiap program dieksekusi.

Bytecode dapat dianggap sebagai sekumpulan peerintah dalam bahasa mesin untuk sebuah JVM (Java Virtual Machine).
Setiap enterpreter Java, baik yang berupa development tool maupun sebuah web browser merupakan implementasi dari JVM. Program yang dibuat dengan Java tidak mungkin dapat dijalankan didalam komputer ataupun alat yang tidak memiliki JVM. Dengan adanya konsep bytecode ini, dalam terminologi Java dikenal dengan istilah write once, run anywhere. Ini berarti bahwa sekali kita menulis program Java dan melakukan komplasi terhadapnya, maka bytecode-nya dapat dijalankan di platform manapun selama platform memiliki JVM. 


Object Oriented Programming (OOP)

Pemrograman berorientasi objek didasari oleh istilah object ( Objek ) dan class ( Kelas ).

OBJECT ( OBJEK )
Pada dasarnya semua benda yang ada di dunia nyata dapat dianggap sebagai sebuah objek, nah Jika perhatikan lebih lanjut, pada dasarnya ada dua karakteristik yang utama pada sebuah objek , yaitu setiap objek memiliki atribut sebagai status yang kemudian akan disebut sebagai state. Dan Setiap objek memiliki tingkah laku yang kemudian akan disebut sebagai behaviour.
Sebagai contoh sederhana adalah : Manusia memiliki state: umur, tinggi, berat dan sebagainya.
Demikian pula manusia memiliki behaviour: menua, meninggi, makan (menambah berat badan) dan sebagainya.
Dalam pemrograman JAVA state bisanya dikatakan sebagai variabel dan behaviour adalah method.

CLASS ( KELAS )
Class merupakan prototipe yang mendefinisikan variabel-variabel dan method-method secara umum. Sedangkan objek pada sisi yang lain merupakan instansiasi dari suatu kelas.

ATTRIBUTE
Atribut adalah data yang dapat membedakan antara satu obyek dengan obyek yang lain.
Contoh untuk class mahasiswa terdapat obyek mahasiswa si A,dan obyek mahasiswa si B.
Yang membedakan antara obyek si A dan obyek si B adalah NIM-nya yang merupakan
Atribut dari obyek tersebut.

Pewarisan (Inheritance) adalah keuntungan besar dalam pemrograman berbasis object karena suatu sifat atau method didefinisikan dalam superclass, sifat ini secara otomatis diwariskan dari semua subclasses. Jadi, Anda dapat menuliskan kode method hanya sekali dan mereka dapat digunakan oleh semua subclass. Subclass hanya perlu mengimplementasikan perbedaannya sendiri dan induknya.

Polimorfisme (Polymorphism) adalah kemampuan dari reference untuk mengubah sifat menurut object apa yang dijadikan acuan . Polimorfisme menyediakan multiobject dari subclasses yang berbeda untuk diperlakukan sebagai object dari superclass tunggal, secara otomatis menunjuk method yang tepat untuk menggunakannya ke particular object berdasar subclass yang termasuk di dalamnya.

Abstract Class
Sebuah class abstract adalah class yang tidak dapat di-instantiate. Seringkali muncul di atas hirarki class pemrograman berbasis object, dan mendefinisikan keseluruhan aksi yang mungkin pada object dari seluruh subclasses dalam class

Tidak ada komentar: